Ekspektasi vs Realita Bus Listrik

Terlambat sekali saya menyadari ada yang hilang dari bus umum yang biasa saya tumpangi di Luleå. Tidak ada lagi stiker “no fossil fuel” yang membanggakan di jendela bus. Sebagai gantinya, sebuah tutup tangki pengisi bahan bakar bercokol di samping pintu masuk. Sebuah observasi yang mematahkan hati (soalnya saya juga melihat ada stasiun biogas seluas empat lapangan basket mangkrak).

Saya cari konfirmasi di berita, ternyata rencana melanjutkan penggunaan bus listrik masih menggantung, kalau tidak mau dibilang putus. Tadinya, kota ini cukup ambisius untuk menjadi jalur bus listrik di bagian paling utara Eropa, bahkan dunia. Targetnya, 75 persen lalu lintas bebas bahan bakar fosil pada 2020. Rencana awal, proyek ini menguji coba bus listrik sejak 2017 hingga 2025 mendatang. Ternyata, rencana itu harus kandas pada musim panas 2020.

Kelebihan bus listrik yang tidak berisik dan lebih efisien dalam konsumsi energi rupanya dibayangi dua masalah. Pertama, pengoperasian bus tidak mulus di wilayah berudara sangat dingin, bisa mencapai -29 derajat Celcius. Kedua, bus listrik kerap mengalami kendala dalam pengisian baterai. Pengemudi berkomentar, bus listrik sulit diandalkan.

Setelah penyebabnya diusut, pantograf sebagai stasiun charging bus ditemukan rusak dan perusahaan yang bertanggung jawab untuk perbaikannya ada di luar Swedia. Bus listrik di kota ini didatangkan dari Finlandia, sedangkan stasiun pengisiannya dari Polandia. Entah karena reparasi terhalang pandemi atau pemkot memang sudah cukup puas hanya dengan bus diesel, tidak ada kabar lanjutan kondisi pantograf hingga sekarang.

Secara general, 2020 pernah diklaim sebagai tahun breakthtough bus listrik di Swedia dan Norwegia. Jumlah bus listrik di Swedia meningkat hingga 180 persen dibanding 2019. Bus listrik tersebar dari selatan sampai utara negeri. Melihat kenyataan di satu kota kecil memang bukan tolak ukur berhasil atau tidaknya target bebas fosil tercapai, cuma saya mendapat kesan antusiasme yang berkurang. Semoga nasib bus listrik di kota lain adalah sebaliknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s